Cleopatra Tak Secantik di Legenda

|

 

Pujangga terkenal Inggris, William Shakespeare, pernah menulis bahwa wajah Cleopatra, ratu Mesir kuno, sulit untuk dilukiskan kecantikannya.
Namun koin dan patung yang berasal dari tahun 32 Sebelum Masehi dan dipamerkan di Inggris, Selasa, memperlihatkan bahwa ratu tersebut ternyata tak secantik yang dilegendakan dan dibayangkan banyak orang. Dagunya lancip, bibirnya tipis dan hidungnya sangat mancung.

kelihatanKekasihnya, Mark Anthony, tampil agak mendingan pada sisi lain koin tersebut. Jenderal Romawi itu terlihat memiliki hidung betet, mata lebar dan leher yang tebal.
Gambaran itu jauh dari sekali dari apa yang dibayangkan orang. Apalagi kisah kedua tokoh pernah diangkat ke layar perak lewat film Cleopatra pada 1963, dengan pasangan Richard Burton dan Elizabeth Taylor memerankan Cleopatra dan Mark Anthony.
Koin kuno itu dipamerkan di Universitas Newcastle, Inggris, pada Hari Kasih Sayang (Valentine`s Day), setelah bertahun-tahun tergolek di sebuah bank.
Cleopatra, yang juga terlibat cinta dengan kaisar Romawi yang legendaris, Julius Caesar, juga mengilhami Shakespeare untuk menulis sebaris syair, 'Kecantikannya tak pernah lekang ditelan usia dan masa.'
serba serbi duniaSementara, Lindsay Allason-Jones, direktur museum arkeologi universitas itu, mengemukakan pencitraan Cleopatra sebagai wanita yang amat cantik sesuai dengan selera jamannya. 'Para penulis Romawi menyatakan kepada kita bahwa Cleopatra memiliki otak cerdas, pembawaan yang karismatik, dan mempunyai suara yang seksi. Namun mereka tak pernah menyebutkan kecantikannya.'
'Ini merupakan salah satu mitos yang terus berlangsung yang dilestarikan oleh orang seperti Elizabeth Taylor yang memerankan dirinya dan sulit sekali untuk menghilangkan hal itu dari benak semua orang,' tambah Allason-Jones
Uang logam itu sendiri merupakan sepertigaratus dari gaji seorang tentara Romawi dan boleh jadi dicetak untuk membayar gaji tentara Romawi yang bertugas di Mesir.

6 Langkah Tepat Bersihkan Kulkas

|

 

Lemari pendingin atau kulkas merupakan salah satu tempat yang berpotensi menyimpan banyak kuman di rumah. Kulkas sebaiknya dibersihkan minimal satu bulan sekali, sekaligus untuk mengecek apakah ada bahan makanan sudah tak layak konsumsi yang harus dibuang.

Membersihkan kulkas memerlukan langkah-langkah yang tepat, agar cairan pembersih tidak berbahaya bagi makanan yang disimpan, dan kulkas pun tetap higienis. Berikut ini langkah-langkah tepatnya, seperti dikutip dari Helium:

1. Siapkan Pembersih
Dibandingkan memakai deterjen atau cairan desinfektan di toko yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya, akan lebih aman jika Anda menggunakan cairan pembersih buatan sendiri. Anda bisa membuatnya dengan mencampurkan cuka dan air ke dalam baskom atau ember (dengan perbandingan 50:50). Siapkan juga dua lap untuk membersihkan dan mengeringkan, kertas pembersih dan handuk besar untuk ditempatkan di lantai, di depan kulkas agar lantai tidak basah dan licin. Sediakan juga sapu atau penyedot debu, kain pel (untuk membersihkan lantai setelah selesai) dan sikat gigi bekas untuk membersihkan rak-rak kecil dan
pegangan pintu kulkas.

2. Keluarkan Semua Barang dari Kulkas
Keluarkan semua barang dari dalam kulkas, mulai dari makanan, minuman, sayur, buah, daging, ikan, termasuk rak, rak pintu dan laci-laci penyimpan ikan. Cara ini akan memudahkan Anda membersihkan kulkas secara menyeluruh.

3. Bersihkan
Basahi kain lap dengan campuran cuka, dan mulai bersihkan dari bagian atas ke bawah. Lap di bagian dekat pintu, terutama bagian atas yang biasanya banyak kotoran menumpuk. Bersihkan noda yang menempel dengan sikat gigi. Setelah membersihkan bagian dalam, kini saatnya membersihkan bagian luar termasuk pegangan pintu dengan cairan cuka yang sama. Jangan lupa untuk mengganti filter air di bawah kulkas.

4. Keringkan
Setelah selesai membersihkan, sangat penting untuk mengeringkan sisa-sisa pembersih dan kotoran agar kuman tidak betah berlama-lama di tempat lembab.

5. Bersihkan Rak
Pembersihan selanjutnya adalah rak-rak dan laci yang telah Anda keluarkan tadi. Untuk yang ini, Anda boleh menggunakan deterjen atau cairan disinfektan. Namun jangan gunakan yang berbahan kimia terlalu keras. Campur deterjen dengan air hangat, rendam rak beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

6. Penempatan
Keringkan rak, dan tempatkan kembali setelah bagian dalam kulkas benar-benar kering. Susun rak dan laci yang memudahkan Anda mengambil makanan atau minuman dari kulkas.

Sumber : http://mitrafm.com/2011/02/23/6-langkah-tepat-bersihkan-kulkas

Rahasia Sumur Zamzam – 2 (Monitor dan pemeliharaan)

|

 

Posted on 28 Juni 2007 by Rovicky  - copas by maria – March 2011 ( thanks pak Dhe )

Sambungan – 1

zamzam.jpg

Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).

zamzam-jaman-dulu.jpgDahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.

:( “Looh Pakdhe katanya sekarang sudah tidak boleh lihat, ya ?”
:D “Ya, dulu aku masih sempat melihatnya le, sewaktu umrah tapi setahun berikutnya ditutup, waktu datang lagi berhaji tahun 2003″

kabah21.jpgSaat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Montoring dan pemeliharaan sumur Zamzam

3D model Kabah 2006Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.

Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.

Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.

Pumping system of  Zamzam well

Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk

  • Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
  • Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
  • Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
  • Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
  • Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
  • Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam

:( “Mestinya ya emang gitu ya Pak Dhe. Walaupun Sumur Zamzam ini dipercaya telah diberkati Allah tentunya manusianya harus menjaga berkah dari Allah. Bukan trus nrimo trus pasrah bongkokan saja, ya?”

Perkembangan perawatan sumur Zamzam.

Glass enclosure surrounding the well-head

Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.

Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam (note: perlu referensi angka yang lebih sahih) memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.

Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.

Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam WellSaat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).

Kandungan mineral

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi

  • Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
  • Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon proses higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

:( “Jadi apa donk Dhe ajaibnya Air Zamzam ini ?”
:D “Wah menurut Pakdhe sih ketika kau mempelajari air selalu saja ada keajaiban. Apalagi air Zamzam. Tahukah kamu tubuh laki-laki mengandung 60 – 65 persen air, sedangkan perempuan 50 – 60, sedangkan bayi hampir 70%-nya terdiri dari air ?”
:( “Pantesan bayi itu ngompol terus, isinya air doank sih” :P

Sumber :

Mengawali Sindrom Sarang Kosong – Sebuah Renungan Untuk Orang Tua.

|

 

Ketika  temanku  mendengar  putrinya  ada yang melamar  ,makin dekat  saat  pernikahan  seperti  makin  mendebu  hati  istrinya  menghadapi  bakal  akan ada  suatu  perpisahan  yang tidak  senang  dia  hadapi

Kelihatannya  mereka  berdua  tak  mau  bakal  menantunya  dan  anaknya  harus  tinggal  bersama  mereka , dalam  satu  atap , tapi  segan  juga  mereka  mau melepas  potri kesayangannya  pergi  nanti.

Seorang  ibu  sedang  galau  menghadapi  masa  seperti  itu……..saat2  putrinya  masih  kecil  dan saat  mereka  mengasuh  sampai   mengantar putrinya  menjadi  remaja  dan  semua bayang2 tadi  selalu melintas indah.   Kenapa  waktu  begitu  cepat  sampai  disitu ? 

Keharusan  pasti segera  terjadi , ibu  yang galau  itu  butuh  sebuah  nasehat  yang  pas  untuk  menguatkan  hatinya  merelakan  saat  kepergian  putrinya  memiliki  hidup  sendiri  bersama  pasangannya.

Aku  mencoba  mencari  sebuah  nasehat  dari  seorang  bijak Khalil  Gibran  yang hidup sekitar tahun  1883 - 1931

Putramu  bukanlah  putramu , mereka  adalah  putra putri  kehidupan yang  mendambakan  hidup  mereka  sendiri . Mereka  datang  melalui kamu  tapi  tidak  dari  kamu  . Dan  sungguhpun  bersamamu  mereka  bukanlah  milikmu.   Engkau  bisa  memberikan kasih  sayangmu , tapi  tidak pendirianmu . Sebab mereka punya  pendirian  sendiri.  Engkau   dapat  memberikan  tempat  pijak  bagi  raganya  tapi  tidak  bagi jiwanya .  Lantaran  jiwa  mereka  ada  dimasa  datang . Yang  tak bisa  engkau  capai walaupun  dalam  mimpi  . Engkau  boleh  berusaha  mengikuti  alam mereka . Tapi  jangan  mengharap mereka  bisa  mengikuti alammu . Sebab  hidup  tidaklah  surut  kebelakang , tidak  pula  tertambat  dimasa  lalu.ENGKAU  ADALAH  BUSUR   DARI MANA  BAGAI  ANAK PANAH  KEHIDUPAN  PUTRA-PUTRIMU  MELESAT  KEMASA DEPAN .

Itulah  sebuah  proses kehidupan  yang  harus  dieklaskan saja  betapapun  sulitnya ..

  Dengan  menghayati  kata2 bijak ini  bisa  membantu  menguatkan  hati para  ibu .

Kreasi Susu dari Biji Nangka

|

Liputan6.com, Solo: Siapa sangka biji nangka bisa dijadikan susu Sebab, selama ini umumnya orang hanya memakan buah nangka dan membuang bijinya. Namun, di tangan dua warga Solo, yakni Agatha Retno Palupi dan Siti Rusminah, biji nangka ternyata bisa diolah menjadi minuman bergizi.

Minuman yang dibuat Agatha dan Siti adalah susu kedelai. Itu mereka ketahui setelah melakukan sejumlah riset. Cara membuatnya juga sederhana. Pertama biji nangka direndam selama 12 jam hingga kulitnya terkelupas.

Lalu biji nangka direbus hingga empuk, diblender, dan disaring. Air sarinya ditambah gula atau penambah rasa lain sesuai selera. Setelah matang baru susu biji nangka siap disajikan, baik hangat maupun dingin.

Harga biji nangka relatif murah, yakni sekitar Rp 2.000 setiap kilogram. Berdasarkan uji laboratorium, kandungan kalsium susu biji nangka lebih tinggi daripada susu kedelai. Sementara kadar lemaknya justru lebih rendah. Selain itu, ampas saringan biji nangka juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kue. Tertarik mencoba di rumah (ULF)

Rahasia Sumur Zamzam – 1 (Geologi)

|

 

Posted on 26 Juni 2007 by Rovicky

Dispenser for Zamzam waterSelama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi

Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak Haji disebelah ya. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.

Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).

Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.

zam-zam.jpgSumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.

kabah21.jpgKedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air hujan sebagai sumber berkah

cekungan-makah.jpg

Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.

Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.

Wadi Ibrahim catchment area after development of MakkahGambar disebelah ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.

Nah tulisan kedua nanti akan dodongengkan tentang monitoring dan pengawasan serta pemeliharaan kualitas air termasuk menjaga apa saja isi kandungan air Zamzam

Bersambung Rahasia Sumur Zamzam -2

Rahasia Sumur Zamzam – 1 (Geologi)

|

 

Posted on 26 Juni 2007 by Rovicky

Dispenser for Zamzam waterSelama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi

Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak Haji disebelah ya. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.

Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).

Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.

zam-zam.jpgSumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.

kabah21.jpgKedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air hujan sebagai sumber berkah

cekungan-makah.jpg

Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.

Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.

Wadi Ibrahim catchment area after development of MakkahGambar disebelah ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.

Nah tulisan kedua nanti akan dodongengkan tentang monitoring dan pengawasan serta pemeliharaan kualitas air termasuk menjaga apa saja isi kandungan air Zamzam

Bersambung Rahasia Sumur Zamzam -2